Eksistensi Fitrah Manusia
﷽
Oleh : Taubatan Nasuha, M.Pd
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗفِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِىْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗلَا تَبْدِيْلَ لِخَـلْقِ اللّٰه ِۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّم ُۙوَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ
_"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS. Ar-Rum: 30)
فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِىْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا
_"Fiitrah Allah yang telah menciptakan manusia atas fithrah itu, fithrah apakah yang dimaksud dalam teks ini?
Ada banyak literasi dari berbagai reference yang sudah menjelaskan perkara ini.
Dan betapa banyak penjelasan yang diambil dari banyak kutipan dari pendapat ini dan pendapat itu, tapi kesimpulannya selalu berbolak-balik di tabiat jiwa!
Bisakah kitamenemukan penjelasan yang autentic dan komprehensif dari Al-Qur'an?
Fithrah berasal dari kata _"Fathara"_ yang makna dasarnya; "menciptakan".
Lalu apa isyarat penting yang bisa kita ambil secara spesifik dari ayat di atas?
Di dalam Al-Qur'an setidaknya ada 4 (empat) kata yang bermakna sama atau dianggap sama:"menciptakan" atau "menjadikan" atau makna yang semisal dengan itu.
خَلَقَ, جَعَلَ ,بَدِيْعُ , فَطَر
Kata-kata ini sering diterjemahkan dalam pengertian yang sama, yakni "menciptakan" atau "menjadikan".
Kaidah dasar; *"Bila ada 2 (dua) kata atau lebih yang berbeda di dalam Al-Qur'an mesti memiliki esensi makna yang berbeda, walau terjemahannya sering ditulis atau dianggap sama."*
Seperti kata _"qolbu"_ dan _"fuad",_ sering diterjemahkan "hati".
Atau kata _"Sakinah"_ dan _"Muthma'innah"_ sering diterjemahkan "tenang".
Atau meninjau gaya bahasa; seringkali Allah.SWT menyebut diri-Nya dengan sebutan "Aku", "Kami", atau "Dia".
*Demi Allah,* ada isyarat penting secara spesifik yang ingin Allah.SWT tegaskan dengan pemakaian kata-kata itu, bukan sekedar hiasan bahasa saja.
Al-Qur'an ini diturunkan bukan untuk sekedar berekspresi dalam bahasa, tapi sebagai pelajaran _(mau'idzah)_ yang mesti dikaji dan diuji! (QS.Yunus:57)
Perhatikan ayat sebelum dan sesudahnya, korelasikan dengan ayat lain dalam surah yang lain, lalu sandingkan atau komparasikan ayat pada satu kata yang ingin dipahami maknanya.
Melalui tafshil dari ayat-ayat yang terkait seperti ini, atau mencari penjelasan makna dengan mengkorelasi ayat-ayat yang relevan, maka kita mulai menemukan makna lain, makna spesifik, untuk menegaskan makna yang sebenarnya!
Dengan kata lain, menemukan dan menangkap makna yang tersirat dari makna-makna yang tersurat!
Maka inilah makna yang tersirat itu, perhatikanlah;
*خَلَقَ* =
*"Khalaqa";* Menciptakan sesuatu yang belum ada sebelumnya lalu menjadi ada.
*جَعَلَ* =
"Ja'ala";* Menjadikan/menciptakan sesuatu yang baru dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya lalu berproses membentuk sesuatu yang lain.
*بَدِيْعُ* =
*"Badi'u" ;* Menciptakan sesuatu yang tak ada contoh sebelumnya (original). Kata ini sering terpakai dalam pembahasan fiqh menjadi istilah _"bid'ah";_ yakni suatu amalan terbaru yang tidak ada contoh sebelumnya.
*فَطَرَ* =
*"Fathara";* Menciptakan sesuatu untuk tujuan yang mulia. Setiap kata _fathara_ selalu mengisyaratkan ada tujuan penciptaan yang terbaik, bermanfaat, atau membawa kepada kemuliaan, karena mustahil bagi Allah.SWT menciptakan sesuatu itu sia-sia atau main-main saja!
*Maka jelas makna secara spesifik;*
فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِىْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا
_"Fitrah Allah (sifat-sifat Allah yang menciptakan segala sesuatu untuk tujuan yang mulia) yang telah menciptakan manusia (untuk tujuan yang mulia itu) atasnya (Addin)"._
Sabda Rasulullah SAW “Setiap anak terlahir dalam keadaan fithrah. Orangtuanya yang akan mengkader dia menjadi yahudi, nasrani, dan majusi (HR Muslim)
Perhatikan isyarat lain dari ucapan Nabi.SAW; beliau tidak mengatakan bahwa _"Orangtuanya yang membuat dia menjadi muslim.”_
Artinya, tujuan penciptaan manusia itu sudah pasti untuk mentauhidkan Allah.SWT dalam Addin (agama) sesuai ketetapan manusia dalam rahim ibu, tapi orangtua-nya lah yang menyimpangkannya dari tujuan (QS. Al-A'raf:172)
Tujuan penciptaan manusia itu terletak dalam addin, yakni agama, aturan, atau hukum-hukum yang telah Allah.SWT berikan, untuk menjadikan manusia sebagai makhluk yang mulia.
Inilah esensi dari seluruh sifat dan perbuatan Allah.SWT yang Maha Sempurna tak ada yang sia-sia, atau tidak sekedar untuk bermain-main
Apakah manusia dibiarkan begitu saja dan tak akan diuji untuk mencapai tujuan penciptaannya? (QS. Al-Mu'minun:115,* QS. Al-Ankabut :2)*
Tujuan penciptaan manusia adalah untuk mewujudkan pengabdian yang benar kepada-Nya (QS.Adz-Dzariyat:56)
Wujud pengabdian inilah yang pasti membawa manusia kepada kemuliaan, keselamatan, dan kebahagiaan yang hakiki, kehidupan dunia yang mesti berorientasi pada akhirat (QS.Alqashas:77, *QS.Al-Hasyar:18)*
Dan mewujudkan pengabdian yang benar itu mesti dengan Addin yang benar, yakni agama Islam yang telah mengatur segalanya dengan sempurna!
اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُۗ ...
_"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam..."_
(QS.Ali 'Imran: 19)
*Ayat senada yang menguatkan :* QS.Ali-Imran: 85, *QS.Al-Maidah:3)*
قُلْ اِنَّنِىْ هَدٰٮنِىْ رَبِّىْۤ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۚ دِيْنًا قِيَمًا مِّلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًاۚوَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
_"Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik."_ (QS.Al-An'am [6] : 161)
Islam adalah dinul qoyyim, dinul haq, aturan yang lurus, risalah yang sempurna kebenarannya, atau ajaran universal yang menghantarkan manusia pada maksud dan tujuan penciptaan yang sebenarnya!
(Baca : *QS.9:33,* QS.30:43, *QS.61:9)*
Dan satu-satunya agama yang mentauhidkan Allah.SWT hanya dinul Islam, sementara yang lain selalu mencari tuhan yang lain selain Allah.SWT, atau menyandingkan tuhan-tuhan yang lain bersama Allah.SWT!
(Baca : QS.27:59-63) dan banyak ayat lain. Yg
Fithrah manusia adalah kesucian jiwa yang tunduk dalam Islam sebagai tujuan penciptaannya, dan tujuan penciptaan manusia untuk mewujudkan pengabdian yang benar dalam seluruh ketaatannya itu hanya tertuju kepada Allah.SWT!
(Baca : QS.6:79, *QS.162-163)*
Dan agama Islam ini telah dirangkum, disusun, atau ditetapkan dalam ajaran-ajaran atau nilai-nilai universal yang tertuang lengkap, sempurna, dan terperinci di dalam Al-Qur'an dan sunnah rasulullah.SAW.
(Baca : *QS.11:1,* QS.21:45, QS.33:21, *QS.41:2-3)*
اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِىْ لِلَّتِىْ هِىَ اَقْوَمُ وَ يُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ
_"Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,"_
(QS.Al-Isra' [17] : 9)
Inilah Al-Qur'an yang menghimpun seluruh ajaran Islam yang mesti kita yakini dengan sepenuh hati!
فَبِاَىِّ حَدِيْثٍۢ بَعْدَهٗ يُؤْمِنُوْنَ
_"Maka dengan perkataan mana lagi setelah (Al-Quran) ini mereka akan beriman?"_
(QS.Al-Mursalat [77] : 50)
Dan di akhir ayat (QS.30:30) Allah.SWT menegaskan:
وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui
Komentar
Posting Komentar